2 Antara Aku, Ayah dan Ibuku

Percakapan Aku, Ayah dan Ibu
 
Anak(Pertanyaan)
Ayah, Ibu ..
Setiap anak yang dilahirkan ke dunia Lahir dalam keadaan fitrah, bukan ?
“ kullu mauluudin yuladu ‘alal fitrah, faabawahu “ .
 
Karena  lahir dalam keadaan fitrah ... Bukankah berarti tak satupun anak ketika lahir .. Berniat menghancurkan masa depannya, iya kan ayah, ibu ?
Tak ada satupun bayi yang baru lahir memiliki niat dihatinya :
“jika besar nanti aku mau menjadi pemakai narkoba akut“
“jika besar nanti aku mau menjadi pelacur kelas internasional“
 
Atau pernahkah ia berkata :
“ ah jika besar nanti aku mau jadi koruptor pajak “
“ ah jika besar nanti aku mau jadi seperti Gayus Tambunan “

Adakah anak yang baru lahir punya niat seperti itu, ayah .. ibu ?


Tetapi, mengapa sebagian besar anak-anak ini yang terlahir lugu, menggemaskan dan tak berdosa
Setelah dewasa justru menjadi seperti sebuah beban keluarga dan menjadi masalah untuk lingkungannya .. ada apa ini ?
 
Ayah, ibu ..
Sebagian besar perilaku negatif anak, orang tua lah penyebabnya, kalian ..  Buah jatuh tak jauh dari pohonnya
Periksalah, ternyata sebagian anak-anak ini justru dijatuhkan harga dirinya dirumahnya sendiri, oleh orang tua nya sendiri bukan diluar rumah seperti kebanyakan anggapan orang. Sebagian kalian pernah bahkan sering memukul tubuh anaknya, seolah tubuh anak adalah sarana pelampiasan amarah kalian sebagian kalian pernah menampar pipi anaknya, seolah pipi anaknya adalah tempat empuk bagi tangan kasar, sebagian kalian mungkin juga pernah membentak anaknya, berteriak sangat keras  bahkan dengan pemikiran :  “akulah yang berkuasa dirumah ini !! “
 
Tahukah kalian ayah .. ibu ?
Sebagian anak memang tak pernah dipukul, ditampar bahkan dicubit
Tapi, jarang sekali ada anak yang lolos untuk tidak pernah disalahkan oleh orang tuanya
Mulai dari buka mata di pagi hari, sampai menutup mata di malam hari Semua anak pasti pernah menjadi tempat pelampiasan amarah kalian Pernah disalahkan atas tindakan yang tak pernah dilakukannya sekalipun.

Ayah .. Ibu
Sebagian besar harga diri anak jatuh dirumahnya sendiri, tanpa kalian sadari Ada sebagian anak yang tak betah tinggal dirumah Panas hatinya jika mendengar "ceramah kebesaran orang tua"  Dan akhirnya over dosis atas nasihat kalian yang terlalu sering dilontarkan.  Rumah bagi si anak hanyalah tempat tidur sementara. Ia berkelana mencari harga diri, berpetualang mencari surga
Mencari sekumpulan orang-orang yang bisa menghargainya Yang mana tak bisa didapatkannya dari rumah Padahal judulnya : " agar kalian bisa masuk surga ! "
Betapa dan sungguh egoisnya kalian ..
 
Diluar rumah, si anak lantas berpikir :
“ wah ternyata teman-teman gank ku lebih menghargai aku “
“ aku lebih berharga jika aku kaya, jika aku perkasa bergaya “
“ temanku bilang, aku perkasa jika aku isap ganja “

“temanku berkata, aku revolusioner jika aku tak beragama “
"temanku bilang, kurang pergaulan jika umur 17 masih perawan "


Apa itu yang kalian inginkan, ayah .. ibu ?
Jika bukan itu tujuan kalian membesarkan anak Hormatilah harga diri dan jiwa anak-anak kalian
Bukan sekedar uang, fasilitas serba ada, atau bahkan sekolah bergengsi mahal semata.

Itu semua memang penting ..
Tapi perkataan dan perlakuan yang penuh cinta dari kalian
Adalah warisan dan bekal terindah bagi masa depan anak-anak kalian ...

Ayah dan Ibu(Jawaban)

Anakku .. tahukah kamu ?
Dalam segala aspek hidup ini ada reward and punishment. Kamu selayaknya mendapat pujian atau promosi jabatan jika tugasmu terlaksana sesuai aturan, Dan kamu pasti mendapat hukuman atau teguran jika kewajibanmu lalai dilaksanakan.

Begitu juga seperti ayah dan ibumu
Ayah dan ibumu mendapat tugas membesarkan dan mendidikmu, sesuai dengan apa yang menjadi kehendak atasan ayah dan ibumu. Kami pasti mendapat reward jika berhasil melaksanakan tugas tersebut dan tentu saja kami akan mendapat hukuman atau siksa jika gagal.
Tahukah kamu siapa atasan ayah dan ibumu ? Dia lah Sang Pencipta semua makhluk di dunia Allah SWT ... Benar sekali sering ayah atau ibu kasar padamu, Membentakmu bahkan menganiaya fisikmu  Dan itu karena kami sangat takut dengan punishment kegagalan, Kami sangat takut terhadap murka Allah SWT.

Maafkan ayah dan ibumu anakku
Jika ketakutan kami terhadap Allah SWT  Malah membuatmu membenci kami  Jika saja kamu tahu sedikit tentang kami Terkadang kami pun tak bisa mengendalikan amarah seperti kamu saat ini. Dan itu karena kami ini manusia ... Kami bukan malaikat yang tidak memiliki kesalahan
Tapi kami pun bukan iblis yang tidak memiliki kebaikan ..  Kami hanyalah ayah dan ibumu ..



" Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya "
" Manusia adalah makhluk yang memiliki hati mudah sekali bolak-balik dan diciptakan dengan emosi yang sangat mudah meluap "

source (kaskus.us)

2 komentar:

Poskan Komentar