3 Permainan Tradisional Yang Hilang Ditelan Zaman

Udah beberapa hari tidak posting di blog,  sibuk mengurusi hal yang tidak pantas di urusi... ^_^
kali ini aku membahas permainan pada saat aku SD dulu yg sudah tidak dimainkan anak-anak zaman sekarang lagi :
1. Kelereng
Permainan favorit aku waktu SD , berbentuk bulat yang terbuat dari kaca, tanah liat, atau agate. Ukuran  kelereng sangat bermacam-macam. Umumnya ½ inci (1.25 cm) dari ujung ke ujung. Kelereng dapat dimainkan sebagai permainan anak, dan kadang dikoleksi, untuk tujuan nostalgia dan warnanya yang estetik.
 


 2. Balap Karung
cara memainkannya memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir. Biasa nya dimainkan pada acara 17 agustus-an.
 
3. Patok Lele
Cara main, tongkat pendek ditaruh di dalam lubang dalam posisi tidur, kemudian dipukul dengan tongkat panjang sampai memantul lalu dipukul sejauh mungkin sebelum pantulan tongkat pendek jatuh. Yang jaga harus berusaha menangkapnya. Kalau tidak dapat ditangkap, dinyatakan kalah.


4. Petak Umpet
Dimulai dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata dan menghitung sesuai kesepakatan. Setelah hitungan selesai dan teman - teman selesai bersembunyimulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.

5. Kayang
 
 

6. Yo - Yo
Yo-yo dimainkan dengan dengan mengaitkan ujung bebas tali pada jari tengah, memegang yo-yo, dan melemparkannya ke bawah dengan gerakan yang mulus. Sewaktu tali terulur pada sumbu, efek giroskopik akan terjadi, yang memberikan waktu untuk melakukan beberapa gerakan. Dengan menggerakkan pergelangan tangan, yo-yo dapat dikembalikan ke tangan pemain, di mana tali akan kembali tergulung dalam celah sumbu







7. Layang - layang


  
 
8. Kasti
Pada awal permainan, ditentukan dahulu kelompok mana yang akan menjadi penjaga awal dan kelompok yang dikejar dengan suit. Kelompok yang menjadi penjaga harus segera menangkap bola secepatnya setelah tumpukan batu rubuh oleh kelompok yang dikejar. Apabila bola berhasil menyentuh lawan, maka kelompok yang anggotanya tersentuh bola menjadi penjaga tumpukan batu. Kerjasama antaranggota kelompok sangat dibutuhkan seperti halnya olahraga softball atau baseball.

3 komentar:

Adittya Regas mengatakan...

emm... bener gan emang hilang...
tapi alhamdulilah ditempat ku banjarmasin lagi rame-ramenya maen layang" hhe

r0Lan_disini mengatakan...

kalo di tempat ane , di pekanbaru udah habis total sob ...
g ada lagi permainan rakyat , huuuuhhuuu

makasi sob udah berkunjung ^_^

Jasa Pembuatan Radio Streaming mengatakan...

wah bang jadi teringat masa kecil saya,,ini harus segera dilestarikan bang ..

sukses untuk usahanya

salam kenal sebelumnya....!!

Posting Komentar